Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Desa Cikuya Anggaran 2018 Sudah Selesai di Realisasikan

warga penerima program BSPS sedang menerima upah kerja Senilai Rp. 2,5 Juta

 

Rumah Warga yang Mendapat Program bantuan stimulan perumahan swadaya (Doc.Eyp)

Cikuya.sideka.id– Selasa (18/12/2018) Warga desa cikuya yang mendapatkan bantuan bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) ada 39 Kepala Keluarga yang dilakukan melalui transfer rekening ke masing-masing penerima bantuan, bukan melalui dinas terkait.

“Jadi para penerima bantuan membuat rekening pribadi melalui Bank BJB. Perbaikan rumah juga harus dilakukan secara gotong-royong,” kata Asep Pendamping BSPS di Cikuya, Sabtu (10/10/2017).

Menpera mengemukakan hal ini menanggapi pertanyaan wartawan terkait sistem penyaluran bantuan rumah bagi warga miskin yang tidak layak huni. Sebab di Pamekasan penyerahan bantuan rumah tidak layak huni itu melalui pihak ketiga, sehingga warga tidak menerima bantuan dalam bentuk uang melainkan barang.

Disamping itu, besaran bantuan yang diterima warga tidak sama, yakni hanya dalam kisaran antara Rp2,5 juta hingga Rp3,5 juta dari yang semestinya mereka terima Rp7,5 juta.

“Bantuan itu berupa uang yang diberikan kepada penerima,” kata Djan Faridz menegaskan.

Penerima bantuan mencairkan dana upah kerja di kantor desa cikuya. (Doc. Eyp )

Jika, rumah penerima bantuan itu lantainya tanah, atapnya terbuat dari daun, dindingnya dari gedek, maka yang bersangkutan akan mendapatkan bantuan senilai Rp7,5 juta melalui transfer rekening, bukan melalui dinas atau tim pendamping.

Pengerjaan rumah, menurut menteri, dilakukan secara gotong-royong oleh warga, dan pemerintah tidak menyediakan upah.

“Jadi dalam satu desa warga membuat kelompok masyarakat. Mereka gantian mengerjakan rumah, tidak menggunakan tenaga tukang,” ujarnya.

Ketua kelompok masyarakat (pokmas) boleh mengkoordinir pembelian bahan-bahan untuk perumahan yang dibantu oleh Kemenpera itu, sebab apabila membeli bahan dalam jumlah banyak, maka harganya akan lebih murah.

“Nantinya bisa kordinasi dengan penjual bahan-bahan bangunan, sebab kalu setiap rumah beli masing-masing maka harganya akan mahal,” terang dia.

Penjelasan Menpera ini, berbeda dengan fakta yang terjadi di lapangan di Kabupaten Tasikmalaya. Seperti yang terjadi Desa, Kecamatan Culamega.

Warga penerima bantuan perbaikan rumah tidak layak huni di Desa ini justru mengaku, tidak menerima transfer rekening secara langsung, karena dikoordinir oleh dinas terkait dan tim pendamping pelaksana kegiatan.

“Kalau di kalkulasi semuanya hanya dalam kisaran antara Rp2,5 juta .

Warga Sangat Senang Menerima bantuan HOK BSPS

 

Di Desa Cikuya, jumlah kepala keluarga penerima program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) sebanyak  39 orang. Masing-masing penerima bantuan dianggarkan sebesar Rp15 juta.

Jumlah rumah tidak layak huni sebanyak 39 ini pada pengajuan anggaran tahun 2017 dan direalisasikan pada awal 2018.

Bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) yang dicanangkan pemerintah pusat melalui Kemenpera ini merupakan program pembangunan jangka menengah tahun 2014-2019 dengan tujuan untuk menekan menekan kekurangan (backlog) rumah di Indonesia.

Adapun alokasi anggaran yang telah disediakan pemerintah untuk program rumah swadaya ini sebesar Rp2,1 triliun untuk 225.000 unit dan jumlah itu akan terus bertambah seiring dengan jumlah usulan kebutuhan di masing-masing daerah.

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan