Kunjungan Kerja Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Ke Kecamatan Culamega Mendapat Sambutan Yang Meriah Dari Warga Desa Cikuya

Ketua DPRD Jabar Saat Memaparkan Kinerja Dewan dalam Pasca Bencana Jabar

Cikuya.Sideka.id- Kunjungan TIM Kerja Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat Ke Kantor Kecamatan Culamega  yang di sambut langsung oleh camat culamega Bpk. Kasminto Harjo, S.Ip Serat Jajaran.

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Syahrir mengatakan, sinergitas antarinstansi sangat penting dalam mempersiapkan penanganan bencana yang terjadi di Jawa Barat. Hal itu akan berdampak pada seberapa cepat pemulihan pasca bencana terjadi.

Kebersamaan camat culamega dan pimpinan DPRD Jabar

“Ini sudah persiapan awal, artinya sebagai langkah antisipatif dalam penanganan bencana di Jabar,” ujar Syahrir seusai Apel Siaga Bencana Jawa Barat 2018 di halaman gedung sate, no. 22, tahun 2018, Kamis (15/11/208)

Pascapenetapan status Jabar siaga 1 darurat bencana banjir dan longsor pada 1 November 2018 hingga 31 Mei 2019, Polda dan BPBD Jabar, serta Kantor SAR Bandung, menggelar apel siaga bencana di Jalan Diponegoro.

Apel kesiapagaan itu dihadiri ratusan anggota Polda Jabar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, dan Kantor Search and Rescue (SAR) Bandung, polres, dan BPBD kota/kabupaten.

Pimpinan DPRD Povinsi Jabar sedang Interaksi Dengan SKPD maupun Para Warga Di Kecamatan Culamega

“Kami tidak boleh underestimate terhadap bencana. Mulai dari selatan, tengah, maupun utara, di wilayah Jawa Barat, rawan bencana. Selatan dan tengah sudah hujan. Wilayah utara belum, tapi dari kontur tanah utara lebih rendah,” kata Agung seusai memimpin Apel Siaga Darurat Bencana di Jalan Diponogoro, Kamis (15/11/2018).

Dalam pelaksanaan antisipasi dan penanggulangan dampak bencana, ujar Kapolda, Polda Jabar berkoordinasi dengan BPBD dan Basarnas. “Leading sector penanganan bencana alam ini BPBD dan Basarnas. TNI dan Polri mendukung mereka dan memberikan bantuan peralatan dan personel. Kalau ada kejadian (Bencana), siapapun yang pertama harus membantu,” ujar Kapolda

Kepala BPBD Jabar Dicky Saromi mengatakan, sejak awal November 2018 saat sebagian besar wilayah Jabar memasuki musim hujan, bencana banjir dan longsor telah menelan korban tujuh orang meninggal dunia. “Enam orang di Tasikmalaya dan satu korban terseret banjir di Pangandaran,” kata Dicky.

Para Peserta Reses DPRD Jabar Sangat Antusias

Sementara itu, disinggung tentang langkah hukum terkait bencana alam, Agung mengemukakan, jajaran akan melakukan penyelidikan terkait potensi pemicu sehingga bencana tersebut terjadi. Misalnya, jika bencana itu diduga kuat akibat perusakan lingkungan.

“Jangan sampai nanti, begitu mau dipakai alatnya rusak. Tadi dicek, semua peralatan bisa digunakan. Memang berdoa supaya tak terjadi, kalaupun terjadi kami harus siap,” ujar Agung.

 

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan